Sejarah

Dari Wakayama 1883, sampai 73 dojo di Indonesia

Aikido diperkenalkan pertama kali oleh Morihei Ueshiba (1883–1969), yang oleh para praktisi dijuluki “O Sensei”. Ini kisah bagaimana jalan itu sampai ke Indonesia.

Morihei Ueshiba, O'Sensei, melakukan teknik pada sebuah demonstrasi Aikido
Morihei Ueshiba, O'Sensei — pendiri Aikido

Arti katanya

合気道

“The Way of unifying (with) life energy” atau “the Way of harmonious spirit” — harmonisasi antara energi di dalam diri seseorang dengan energi alam semesta.

Aikido terkenal dengan teknik-tekniknya yang lembut dan bergerak secara melingkar dengan memanfaatkan tenaga lawan. Teknik-teknik ini dalam literatur bela diri telah dikenal sejak abad ke-10 Masehi, tetapi karena hanya dipelajari oleh kalangan elite samurai dan para bangsawan maka perkembangannya sangat terbatas. Akar ilmu bela diri Aikido terutama berasal dari Daito-ryu Aiki-Jujutsu.

  • 合aimenyelaraskan
  • 気kienergi kehidupan
  • 道dōjalan, cara

Garis waktu

Seratus empat puluh tahun

  1. 1883

    Morihei Ueshiba lahir

    Lahir 14 Desember 1883 di Wakayama, Jepang. Pada masa kecilnya ia sangat lemah dan sering sakit, namun berhasil mengatasi keadaan itu dengan melatih pikiran dan tubuhnya melalui berbagai seni beladiri.

  2. 1901—1924

    Tahun-tahun berguru

    Kito-ryu Jujutsu di bawah Tokusaburo Tojawa (1901), ilmu pedang Yagyu-ryu di bawah Masakatsu Nakai (1903), Daito-ryu Jujutsu di bawah Sokaku Takeda (1911–1916), Jujutsu di Shinkage Dojo (1922), hingga spear fighting (1924) — juga Judo, Kendo dan beladiri bayonet.

  3. 1904—1905

    Perang dan keraguan

    Ia bergabung dengan Angkatan Perang Jepang dan menguji kemampuannya di garis depan. Namun setelah berhasil mengalahkan dan menjatuhkan musuh, muncul pertanyaan: apakah gunanya semua itu? Hari ini menang, besok mungkin kalah.

  4. 1918—1926

    Zen, filsafat, dan jawaban

    Ia menyendiri dan bermeditasi, belajar pada Mitsujo Fujimoto dan Wanisaburo Deguchi. Akhirnya ia sampai pada pemahaman bahwa seni beladiri bukan untuk mengalahkan dan merusak, melainkan harus selaras dengan “Ki” dari alam semesta.

  5. 1960

    The Medal of Honor with Purple Ribbon

    Morihei Ueshiba dianugerahi penghargaan yang diberikan kepada mereka yang mempunyai kontribusi besar dalam pengembangan ilmu dan seni Jepang.

  6. 1983

    YIA berdiri di Indonesia

    Sensei Mansyur menjadi salah seorang pendirinya, mengajar Aikido di Jakarta dan Bandung. JICA kemudian membantu dengan mendatangkan pelatih dari Jepang — Hiroaki Kobayashi, lalu Shinji Maeda, Yahagi dan Satoru.

  7. 2003

    IAI berdiri sendiri

    Institut Aikido Indonesia melepaskan diri dari YIA dan berjalan sebagai organisasi tersendiri.

  8. 2015

    Recognition dari Aikikai

    Pada 1 November 2015, IAI menerima RECOGNITION dari Aikikai Hombu Dojo Jepang, ditandatangani Aikido Doshu Moriteru Ueshiba.

  9. 2018

    Nippon Budokan Team

    IAI ditunjuk langsung oleh Hombu Aikikai Jepang menjadi Committee event internasional Nippon Budokan Team — peringatan ke-40 tahun hubungan diplomatik Jepang dan Republik Indonesia.

  10. 2026

    22 tahun IAI

    Berdiri 8 Mei 2004, IAI merayakan ulang tahun ke-22 pada 8 Mei 2026 — 22 tahun mengabdi, membina dan menginspirasi dalam semangat Aikido.

Tingkatan

Tingkatan dalam Aikido

Tingkatan dalam Aikido terdiri dari dua bagian: KYU (mudansha / yūkyūsha) dan DAN (yūdansha).

  • Kyu 5 – Kyu 4Sabuk Putih
  • Kyu 3 – Kyu 1Sabuk Coklat
  • DAN 1 – DAN 10Sabuk Hitam

Anak-anak di bawah usia 16 tahun memulai dari KYU 10. Aikido tidak mengenal sistem kompetisi atau pertandingan.

Cari DojoCoba Gratis